Judul buku : Origin
Pengarang : Dan Brown
Penerjemah : Ingrid Dwijani Nimpoeno dkk.
Penerbit : PT Bentang Pustaka
Tahun terbit : 2017
Tebal halaman : 511 halaman
Genre : Fiksi ilmiah

Siapa yang tak kenal Dan Brown? Penulis salah satu novel yang paling banyak dibaca sepanjang sejarah & sekaligus best seller internasional, The Da Vinci Code. Dan Brown kembali hadir dengan novel terbarunya yang masih berkisah tentang perjalanan Robert Langdon dalam memecahkan teka-teki dan rahasia dunia, Origin. Robert Langdon adalah tokoh utama dari keempat novel Dan Brown sebelumnya, Angels & Demons, The Da Vinci Code, The Lost Symbol, dan Inferno. Dia adalah seorang profesor simbologi dan ikonologi agama Universitas Harvard.
Petualangan Robert Langdon di novel Origin dimulai ketika dia mendapat undangan untuk menghadiri acara pengungkapan penemuan terbaru Edmond Kirsch, mantan mahasiswa pertama Langdon di Universitas Harvard yang kini menjelma menjadi tokoh kontroversial terkenal sedunia, miliuner sekaligus ilmuwan komputer, futuris, inventor, dan pengusaha. Penemuan Edmond Kirsch kali ini diklaim akan mengubah wajah dunia dengan menjawab dua pertanyaan fundamental tentang eksistensi manusia, yaitu dari mana kita berasaldan ke mana kita akan pergi. Pengungkapan temuannya itu akan dilangsungkan di Museum Guggenheim, Bilbao, Spanyol dengan undangan khusus dan sistem keamanan khusus, serta akan disiarkan langsung ke seluruh dunia lewat internet.
Dalam segala proses pengungkapan temuannya itu, Edmond Kirsch dibantu oleh Winston, robot pemandu buatannya sendiri yang merupakan hasil dari Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan. Selain itu, terlibat pula Ambra Vidal, selebriti cantik Spanyol yang merupakan Direktur Utama Museum Guggenheim. Ambra Vidal menerima tawaran Edmond Kirsch untuk menyelenggarakan acara itu karena Edmond Kirsch adalah donatur utama Museum Guggenheim. Meski terlibat secara langsung, baik Winston maupun Ambra Vidal tidak mengetahui dengan pasti apa isi temuan Edmond Kirsch yang akan diungkapkan ke seluruh dunia itu.
Segalanya berjalan lancar sesuai rencana hingga beberapa saat sebelum temuannya itu terungkap. Seseorang telah berhasil menyusup ke dalam gedung dan secara tidak terduga berhasil membunuh Edmond Kirsch hanya tepat beberapa saat sebelum Edmond mengungkapkan hasil temuannya. Hal itu menyebabkan kekacauan yang tak terduga. Edmond Kirsch dibunuh secara brutal dan tidak ada yang tahu siapa yang melakukannya. Sang pembunuh berhasil meloloskan diri. Berawal dari situ, segala konspirasi dimulai.
Edmond Kirsch, sang futuris yang telah terbunuh, beberapa hari sebelum menggelar acaranya, ternyata telah menemui tiga pemimpin agama terkemuka di dunia. Edmond membuka hasil temuannya di hadapan mereka bertiga. Tentu saja temuan Edmond Kirsch membuat mereka resah. Mereka meminta Edmond untuk tidak menyiarkan temuannya ke seluruh dunia karena dianggap akan mengguncang fondasi pemikiran umat manusia. Dan lagi-lagi, tanpa diduga, dua dari tiga tokoh agama terkemuka itu mati terbunuh, juga tidak diketahui siapa pembunuhnya. Yang tersisa dari ketiga petinggi agama dunia itu hanyalah seorang Uskup dari takhta suci Keuskupan Agung Katolik Roma di Madrid, yang juga sebagai teman lama dan penasehat spiritual Raja Spanyol.
Robert Langdon, yang ketika itu berada di ruang presentasi pengungkapan temuan Edmond, sama sekali tidak menduga akan apa yang telah terjadi pada Edmond. Meski mantan mahasiswanya itu memang menyebalkan ketika belajar di kelasnya, namun dia adalah orang yang brilian, bahkan hingga akhir kematiannya. Langdon tidak bisa menerima bahwa Edmond harus terbunuh begitu saja menjelang pengungkapkan temuan yang diklaim sebagai temuan terbesarnya.
Robert Langdon, bersama Ambra Vidal, bersepakat bahwa mereka akan mencari cara untuk bisa menyiarkan temuan Edmond. Meski hingga saat itu, tidak ada yang tahu apa dan di mana Edmond menyimpan presentasi atas temuannya itu. Segalanya menjadi rumit karena Ambra Vidal ternyata adalah tunangan calon Raja Spanyol. Kepergian mereka berdua untuk mencari tahu dan menyiarkan presentasi Edmond, membawa Langdon pada kelindan konspirasi yang menuduh dirinya terlibat dalam pembunuhan Edmond sekaligus menculik Ambra Vidal.
Beruntung, dalam petualangannya memecah teka-teki temuan Edmond Kirsch kali ini, selain didampingi oleh Ambra Vidal, Robert Langdon juga dibantu oleh Winston, si robot pemandu milik Edmond yang mengarahkan ke mana Langdon harus pergi dan mencari jalan untuk bisa menemukan temuan Edmond. Mereka, Langdon dan Ambra Vidal, pergi menuju Barcelona untuk memulai petualangan mereka.
Sementara mereka berjuang keras membuka teka-teki temuan Edmond, keadaan di luar sungguh kacau, banyak konspirasi bermunculan, mulai dari teka-teki siapa dalang di balik pembunuhan Edmond, juga Langdon yang menjadi incaran publik karena dituduh menculik tunangan calon raja Spanyol. Sedangkan Ambra Vidal sendiri juga dicari-cari oleh Agen Guardia Kerajaan Spanyol untuk dibawa pulang kembali ke Madrid. Tidak hanya sampai di situ, si pembunuh Edmond Kirsch yang diperintah oleh Sang Regent, ternyata juga memburu mereka berdua. Jelas bahwa Sang Regent tidak ingin temuan Edmond Kirsch disiarkan ke publik. Sayangnya, siapa sesungguhnya Sang Regent ini juga menjadi teka-teki.
Apakah Robert Langdon dan Ambra Vidal berhasil mengungkap temuan Edmond Kirsch? Bagaimanakah akhir kisah mereka dan siapa sebenernya Sang Regent? Novel Origin yang kontroversial, seperti novel-novel Dan Brown sebelumnya, sangatlah layak dibaca. Novel setebal 511 halaman ini tidak akan membuat Anda bosan membacanya. Sudah menjadi ciri khas Dan Brown bahwa dia selalu menggiring pembacanya ke dalam asumsi yang salah kaprah. Begitu pun di novel Origin. Bagi Anda yang telah terbiasa menikmati karya-karya Dan Brown, boleh jadi akan bisa menebak dengan tepat siapa Sang Regent sesungguhnya.
Kelebihan lain dari novel ini adalah kemampuan Dan Brown dalam meramu pengetahuan tentang seni, sains, teknologi, sejarah, dan juga agama menjadi suatu cerita yang memiliki batas tipis antara fiksi dan non-fiksi. Agama dan sains menjadi fokus utama dalam pembahasan di novel ini. Meski kemampuannya dalam meramu banyak pengetahuan ini juga ditampilkannya dalam novel-novel sebelumya, tetapi bagi saya hal itu selalu seru.
Jika harus memberikan penilaian, saya memberikan bintang empat dari lima untuk novel ini. Selamat membaca Origin..