Back to the topic, jadi apa sebenarnya Literatourism itu? Literatourism adalah istilah yang pertama kali diusulkan oleh salah satu anggota BBI. Literatourism sendiri adalah kependekan dari Literature Tourism atau wisata buku. Yups, Literatourism adalah kata lain dari wisata buku.
Dalam konteks ini, wisata buku yang dimaksudkan adalah pengalaman berburu buku di mana pun, baik di toko buku, bazar buku, maupun di perpustakaan. Yang tidak termasuk dalam konteks wisata buku di sini adalah belanja atau berburu buku melalui online. Karena berburu buku melalui online, bukanlah wisata namanya, tapi kita hanya berburu buku di tempat atau hanya di depan gadget.
Toko buku dan perpustakaan apa pun dan di mana pun boleh dijadikan referensi selama segalanya berkaitan dengan pengalaman wisata buku, baik di dalam maupun di luar negeri. Tapi diutamakan, toko buku selain yang sudah umum dikenal masyarakat, seperti misalnya gramedia, dll. karena sebagian besar masyarakat Indonesia pasti sudah tahu apa dan bagaimana toko buku tersebut. Mengapa diutamakan toko buku selain yang sudah umum dikenal masyarakat? Karena tujuan dari Literatourism adalah untuk memberikan pengalaman baru bagi para penikmat literasi yang ingin menambah referensi wisata bukunya. Dengan adanya pengalaman baru ini, diharapkan dapat menambah kecintaan kita terhadap dunia literasi, dan juga menumbuhkan minat baca bagi masyarakat Indonesia pada umumnya agar menjadi generasi gemar baca dan semakin berwawasan.
Dalan konteks yang lebih luas, dikenal juga istilah literary tourism, wisata buku yang tidak hanya pengalaman berburu untuk mendapatkan sebuah buku, tapi juga menjajaki sebuah buku. Maksudnya bagaimana? Termasuk di dalam literary tourism adalah mengunjungi tempat-tempat yang terkait dengan sebuah buku maupun penulis buku, bisa jadi lokasi-lokasi yang dituliskan atau diceritakan dalam sebuah buku, rumah si penulis atau tempat yang digunakan penulis menuliskan cerita, atau bahkan makam penulis sekalipun. Tujuannya apa? Beberapa literary tourist biasanya tertarik untuk mencari tahu dan mengulik tentang bagaimana sebuah tempat dapat mempengaruhi sebuah tulisan atau bagaimana sebuah tulisan dapat menciptakan tempat. Tidak harus berpatok pada tujuan tersebut, sah-sah saja jika kita ingin melakukan wisata buku sesuai dengan tujuan kita masing-masing, selama tujuannya baik tentu saja.
Dalan konteks yang lebih luas, dikenal juga istilah literary tourism, wisata buku yang tidak hanya pengalaman berburu untuk mendapatkan sebuah buku, tapi juga menjajaki sebuah buku. Maksudnya bagaimana? Termasuk di dalam literary tourism adalah mengunjungi tempat-tempat yang terkait dengan sebuah buku maupun penulis buku, bisa jadi lokasi-lokasi yang dituliskan atau diceritakan dalam sebuah buku, rumah si penulis atau tempat yang digunakan penulis menuliskan cerita, atau bahkan makam penulis sekalipun. Tujuannya apa? Beberapa literary tourist biasanya tertarik untuk mencari tahu dan mengulik tentang bagaimana sebuah tempat dapat mempengaruhi sebuah tulisan atau bagaimana sebuah tulisan dapat menciptakan tempat. Tidak harus berpatok pada tujuan tersebut, sah-sah saja jika kita ingin melakukan wisata buku sesuai dengan tujuan kita masing-masing, selama tujuannya baik tentu saja.
Mungkin cukup sekian dulu pembukaan atau pengenalan tentang apa itu Literatourism. Untuk jurnal wisata bukunya, kita mulai di postingan berikutnya yaa. Atau barangkali kalian sudah punya pengalaman wisata buku? Boleh banget dishare :)

0 Komentar